Minggu, 15 Januari 2017

Pakar Mindset Bisnis

Jika berbicara business mindset, Adam Nova lah pakarnya

Ketika beliau memasuki kelas, Adam Nova meminta kami menulis “Saya Ingin Sukses” menggunakan tangan kanan.
Kemudian dengan tangan kiri.

Sarang Macan


Tiba-tiba terdengar suara ledakan “dor dor dor”, waktu itu terjadi sekitar pukul 3 pagi, saya tidak tau apa yang terjadi di luar namun yang pasti kita semuanya terbangun dari tenda. Setelah bunyi senapan itu kita semua disuruh untuk berkumpul ke lapangan dengan membawa tas dan air mineral masing-masing. Dan di lapangan itu kita di kumpulkan dan di bagi menjadi beberapa kelompok, kebetulan kelompok saya ada sekitar 20 orangan dan dipilihlah salah satu ketua sebagai penanggung jawab dan yang memimpin tim. Malam itu dinginpun tak terasa karena ditutupi oleh rasa was-was karena mengingat ingat kejadian di hari sebelumnya.
whatsapp-image-2016-10-02-at-19-17-11-4
Di pagi hari sebelumnya ketika kita baru datang di Markas Macan tersebut, kita di sambut oleh 4 orang sebut saja Gerry(sebagai ketua Macan), DIKA(sebagai Prlatih) dan TORA(sebagai Pelatih). Setelah kita tiba di Kandang Macan kita langaung di suruh baris sesuai kelompok dan di bekali 3 macam yel-yel let’s say itulah makanan yang akan kita nyanyikan setiap hari. Setelah perkenalan dan pemberian “makanan” alias yel-yel kita berjalan menuju ke kandang macan tersebut dengan berbaris rapi dan mengumandangkan yel-yel sepanjang jalan. Dan setelah sampai gerbang kita disuruh berbaris dan berjalan jongkok, karena ada beberapa teman-teman yang tidak bernyanyi. Setelah di kumpulkan kitapun berbaris dan di beri sedikit arahan apa yang akan kita alami nanti di sarang macan tersebut.
whatsapp-image-2016-10-02-at-19-17-11-5Setelah berbaris kita melaksanakan kewajibab kita sebagai mahasiswa sekaligus pengusaha muda yaitu beribadah shalat dhuha, waktu mau berjalan ke mushola pun kita bernyanyi yel-yel dan berbaris demi mengecek kelengkapan kelompok masing-masing.
Disini memang disiplinnya super banget, karena semuanya diatur, semua harus rapi, semua harus tepat waktu, semua harus cepat.
whatsapp-image-2016-10-02-at-19-17-11
Setelah melakukan shalat dhuha kita melaksanakan upacara pembukaan, nah setelah upacara ini pertempuran baru dimulai, waktu itu tiba jam makan siang dan alhamdulillah akhirnya makan juga kata saya, karena emang dari rumah saya belum sarapan apa-apa. Bisa dibayangin dong, belum masuk satu nasipun ke perut pagi itu malah disuruh teriak teriak yel-yel, jalan jongkok, upacara dan lain-lain tapi dengan semangat sayapun melewat pagi itu sampai tiba waktu makan. Seneng dong ya pasti pada sesi makan dalam hati, sebelum makan pun kita disuruh baris dan duduk rapi, makananpun di bagikan, makanannya berada di box putih, saya buka perlahan wah asik banget lauknya ayam, tahu dab sayur hehe. Tapi semua kesenangan itu akhirnya hilang ketika mendengar pelatih ngomong “JANGAN MAKAN DULU”. Disitu rasanya mau komprol hehe. Orang udah laper malah disuruh baris dan ngga boleh makan dulu. Tiba tiba perasaan mulai tidak enak ketika mendengar pelatih ngomong “MAKAN TAHUNYA DULUAN” wah ini ada apa dalam hati saya. Jangan jangan akhirnya kita makan nasi aja. Eh ternyata benar setelah makan tahu, kita disuruh makan ayamnya aja. Disitu suasana mulai mencekam. Karena di box nasi cuma tinggal nasi sama sambal aja dan kita diauruh ngabisin nasi sama sambal dalam waktu 25 detik(BAYANGIN MEN) haha betapa mualnya makan secepat itu. Tapi sesi makan sudah di lalui, sekarang saatnya sesi PBB atau semacam baris-baris gitulah. Ngga ada yang menarik sih di sesi ini singkat kata sorepun tiba, kita makan sholat terus dilanjutkan ada hiburan malam dari kelompok masing masing. Disitu ada penampilan masing-masing kelompok.
whatsapp-image-2016-10-02-at-19-17-11-3

mungkin itu saja nanti akan kita bahas di lain tulisan, tetapi yang terpenting disini saya belajar banyak banget terntang disiplin, terimakasih Umar Usman ðŸ™‚
whatsapp-image-2016-10-02-at-19-17-11-1